Judul:
Media Pemilu dan Politik: Kecenderungan Media dalam Pemilu 2009
Penulis:
Ahmad Faisol, Irawan Saptono, Leli Qomarulaeli dan Tri Mariyani Parlan
Editor:
Irawan Saptono
Penerbit:
Institut Studi Arus Informasi
Cetakan:
Cetakan pertama, Maret 2010
Tebal:
xxii + 173 halaman
ISBN:
978-979-8933-58-5

Sikap kelompok media yang terafiliasi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepemilikan perusahaannya dengan para kandidat presiden dan wakil presiden, tak kuasa bersikap independen. Adapun kelompok media yang independen (yang tidak terafiliasi dengan para kandidat) juga cenderung menyiarkan berita yang bernada negatif terhadap calon presiden incumbent, Susilo Bambang Yudhoyono sebuah kecenderungan yang wajar. Kelompok media independen ini memberi banyak berita bernada negatif terhadap pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dan memberikan pencitraan positif kepada pasangan Jusuf Kalla-Wiranto. Jika dijumlahkan dari semua kelompok media, baik media yang kepemilikannya terafiliasi dengan para kandidat maupun yang independen, Jusuf Kalla-Wiranto paling banyak mendapatkan pencitraan positif dan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono paling banyak mendapatkan pencitraan negatif.
Pendapat bahwa media sangat mempengaruhi pilihan pemilih tampaknya tidak terbukti dalam riset ini. Walaupun paling banyak mendapat pencitraan positif oleh media, calon presiden dan wakil presiden Jusuf Kalla-Wiranto, justru tidak banyak dipilih oleh pemilih. Pasangan ini berada di urutan ketiga. Sementara, calon presiden dan wakil presiden Yudhoyono-Boediono, walaupun dicitrakan negatif oleh media justru memenangi pemilu dalam satu putaran dari dua putaran yang disediakan undang-undang. Pasangan ini meraih dukungan pemilih lebih dari 60 persen. ***
